Kamis, 24 September 2020

DNS Server

 









Apa itu DNS?

 

DNS(Domain Name System) adalah suatu motede yang digunakan untuk menerjemahkan IP Address

menjadi sebuah nama Domain atau sebaliknya.

Program ini dapat membuat manusia lebih mudah menghafal dari pada menghafal IP address

(bilangan numerik).

Sebagai contoh IP Address DNSnya facebook.com adalah 69.63.181.11

jika ente mengetik 69.63.181.11 di browser ente maka dengan otomatis browser ente akan

menampilkan facebook.com pada alamat addressnya,

Kalau dibayangin seperti matematika / logika akan terlihat 69.63.181.11 = facebook.com

Maka dapat disimpulkan 69.63.181.11 adalah milik facebook.com.

DNS juga ada yang namanya domain, subdomain, tld(top levek domain).

Sebagai contoh kita akan membuat domain www.kadal.com

www = subdomain

kadal = domain

com = tld

Bisa disimpulkan

www.kadal.com adalah sebuah subdomain.

untuk jelasnya kita langsung konfigurasi saja

 

Langkah Langkah Setting DNS Server

 

Sebelum mengkonfigurasi DNS server disini kita gunakan paket linux bernama bind9.

Bind 9 ini sudah ada pada repository local atau internet/ dapat di install melalui internet atau dvd.

 

Konfigurasi DNS lumayan panjang tetapi mudah diingat.

Berikut file-file yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server:

· /etc/bind/named.conf.default-zones

· File forward

· File reverse

· /etc/resolv.conf

Disini membutuhkan IP address jadi kita bisa menggunakan IP Address atau IP alias untuk

diterjemahkan menjadi sebuah nama domain.

Domain yang kitabuat dengan nama kadal.com, subdomainnya www.kadal.com,

Dengan menggunakan IP address 192.168.1.2.

 

1. Install Paket Bind9

Install paket bind9 dengan perintah apt-get install bind9 => tekan y ketika ditanya sewaktu install.

Untuk Offline :

masukan DVD 1 dapat melalui Menu device pada virtualbox => Pilih Optical Drive =>Choose Image.

=> Pilih DVDNya => Jika ada Force Unmount Pilih Force Unmount.

 

2. Pindah direktori ke /etc/bind

Untuk pindah direktori /etc/bind ketikan perintah cd /etc/bind

 

3. Membuat zone baru

 

Untuk membuat zona domain baru tinggal edit/konfigurasi pada file named.conf.default-

zones dengan menggunakan nano dengan perintah nano named.conf.default-zones

 

Kemudian tambahkan konfigurasi dibawah sendiri :

... zone "kadal.com" { //nama domain type master; //tipe domain file "/etc/bind/db.kadal"; //lokasi

file foward } zone "1.168.192.in-addr.arpa" { //3 blok ip address dibalik (untuk kelas c) Type master;

//tipe domain file "/etc/bind/db.192.168.1";//lokasi file reverse } ...

Catatan:

tanda // hanya komentar, bisa anda tidak menuliskannya










Setelah sudah konfigurasi silakan save dengan menekan ctrl + o lalu tekan enter dan keluar dengan

menekan ctrl + x

4. Konfigurasi File Forward

Apa itu File Foward?

 

File Forward berfungsi untuk konversi dari DNS ke Ip Address.

Misalnya ketika kita ketik www.kadal.com melalui Web Browser.

Untuk konfigurasi file forward bisa mengcopas atau menduplikat dari file db.local menjadi file

konfigurasi yang telah dikonfigurasi pada tahap menambahkan zonenya / pada saat mengedit zona,

 

Contoh disini file forward sata saya mau menggunakan db.kadal maka gunakan perintah cp db.local

db.kadal untuk menduplikatnya.

kemudian edit menggunakan perintah nano db.kadal dan atur konfigurasinya seperti berikut:

$TTL 604800 @ IN SOA kadal.com. root.kadal.com. ( 2 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry

2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS kadal.com. @ IN A 192.168.1.2 IN MX 10

192.168.1.2 ;Untuk Mail Server Nantinya www IN A 192.168.1.2 mail IN A 192.168.1.2 ;Subdomain

Mail Server











Catatan:

• tanda ; sampai ke teksnya(belakangnya) hanyalah komentar/penanda bisa ditulis atau tidak

• Setiap konfigurasi domain/huruf (selain dibelakang titik koma) harus diakhiri titik (.). Untuk

yang IN MX 10 192.168.1.2 digunakan untuk mail server yang akan berguna nantinya.

5. Konfigurasi File Reverse

 

Apa itu File Reverse?

File reverse berfungsi untuk konversi Ip Address ke DNS.

Misalnya jika kita mengetikan Ip Address http://192.168.1.1 pada Web Browser maka akan menuju

ke Website yang diatur dengan IP tersebut.

Untuk mengkonfigurasinya sama seperti file forward menduplikat file defaultnya dahulu

yaitu db.127.

kita duplikat dengan menggunakan perintah cp db.127 db.192.168.1 setelah itu kita konfigurasi

dengan mengetik perintah nano db.192.168.1

 

$TTL 604800 @ IN SOA kadal.com. root.kadal.com. ( 2 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry

2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS kadal.com. 2 IN PTR kadal.com 2 IN PTR

www.kadal.com 2 IN PTR mail.kadal.com ;2 itu adalah host id= karena ipnya 192.168.1.2. Jika IP yang

digunakan 192.168.1.3 maka yang 2 ;diganti menjadi 3











Catatan:

• Setiap konfigurasi domain/huruf (selain dibelakang titik koma) harus diakhiri titik (.).

6. Edit file /etc/resolv.conf

Setelah berhasil mengkonfigurasi zone domain, forward dan reverse.

selanjutnya kita konfigurasi Domain Name System adalah dengan menambahkan dmoainname dan

nameserver pada file resolv.conf.

Edit file tersebeut dengan ketikan perintah nano /etc/resolv.conf. Konfigurasikan seperti berikut,

dan sesuaikan:

domain kadal.com search kadal.com nameserver 192.168.1.2












Catatan :

• Jika punya domain ( seperti kadal.com, internet.com) lebih dari satu domain cukup

menggunakan script nameserver saja

7. Cek DNS Server

 

Sebelum mengecek hasil konfigurasi dns pastikan sudah merestart servicenya dengan

perintah service bind9 restart atau/etc/init.d/bind9 restart

Setelah berhasil merestart ketik perintah nslookup.

 

Pada perintah nslookup masukan ipaddress hingga nama domain sampai subdomain.

Pada Saat mengetikan IP Address/domain belum ada balasan atau balasannya NXDOMAIN (File

Reverse) /SERV FAIL(File Foward)

berarti ada kesalahan dicek lagi file filenya dan juga cek juga ipnya pada perintah ifconfig .

Berada pada perintah nslookup disitu anda tidak bisa keluar, untuk keluar dari nslookup tekan ctrl +

z atau ctrl + c.









Kamis, 03 September 2020

Konfigurasi Hostname dan Repository pada Debian 8

 Konfigurasi Hostname



Apa itu Hostname ? 

Hostname adalah nama komputer, hostname ini bersifat unik maka pemberian nama

hostname tidak boleh ada yang sama dalam satu jaringan, Jika terjadi penamaan yang sama maka

sistem akan memberitahukan bahawa telah terjadi duplikasi nama. Tetapi jika komputer tidak

terhubung ke jaringan maka tidak akan ada masalah.


Langkah – langkah konfigurasi Hostname.


1. Cek hostname

Untuk pengecekannya kita lihat dengan menggunakan perintah hostname && hostname –f


2. Menyamakan hostname

Untuk menyamakannya tambahakan domain ente misal kadal.com di depan hostnamenya gunakan

perntah nano /etc/hostname.

Atur dari setia menjadi setia.kadal.com.

Kemudian save and exit dengan cara menekan ctrl + o(save) => enter saja => ctrl +x (exit).

perintah singkatnya echo “setia.kadal.com” > /etc/hostname


3. Restart hostnamenya

Gunakan perintah /bin/hostname –F /etc/hostname



4. Cek hasil konfigurasi

Sama seperti langkah 1 kita gunakan perintah hostname && hostname –f





Konfigurasi Repository




Repository adalah sebuah program yang dibuat sedemikian rupa hingga dapat menyedikan paket –

paket aplikasi linux (software) yang dapat diinstall melalui internet/jarak jauh.

 

Langkah – langkah konfigurasi Repository


Setting repository ada dua metode yaitu melalui DVD (offline), dan melalui Internet(Online).

Disini saya akan membahas 2 metode tersebut.

Walaupun kita menggunakan dengan/tanpa internet file yang akan diatur tetap sama

yaitu /etc/apt/sources.list.

Setting repository lewat offline yang dibutuhkan hanyalah ke-3 DVD debian yang bisa

mendownload di server mirror atau di situs resmi milik debian.

Kelemahan setting repository offline menurut pengalaman saya adalah ketika DVDnya corrupt atau

error maka banyak paket yang ikut error,

bisa dibilang ketika mau menginstall aplikasi akan banyak errornya.

Setting Repository lewat online yang dibutuhkan adalah alamat url server repository dan koneksi

internet.

 

Berikut URL Repository Debian 7, 8, dan 9 sebagai berikut

Debian 7 (Wheezy)

debhttp://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy main contrib non-free deb

http://kambing.ui.ac.id/debian/wheezy-updates main contrib non-free deb

http://kambing.ui.ac.id/debian-security/wheezy/updates main contrib non-free


Debian 8 (Jessie)

deb http://kambing.ui.ac.id/debian/jessie main contrib non-free deb

http://kambing.ui.ac.id/debian/jessie-updates main contrib non-free deb

http://kambing.ui.ac.id/debian-security/jessie/updates main contrib non-free


Debian 9 (Stretch)

debhttp://kambing.ui.ac.id/debian/ stretch main contrib non-free deb

http://kambing.ui.ac.id/debian/stretch-updates main contrib non-free deb

http://kambing.ui.ac.id/debian-security/stretch/updates main contrib non-free

 

Sebelum itu membuat tutorial setting repository saya menggunakan Virtualbox,

silakan menyesuaikan jika selain/tanpa virtualbox.





Berikut langkah langkahnya:

 

A. Setting Repositry via Internet (online)

 

Setting repository lewat internet kita membutuhkan 2 syarat yakni dapat terkoneksi internet (bisa

ping google.com) dan url ke server repositorynya.

Setelah kedua syrat ini terpenuhi ikut langkah berikut ini.


1. Konfigurasi File /etc/apt/sources.list

Konfigurasi file /etc/apt/sources.list dengan meng editnya gunakan perintah nano

/etc/apt/sources.list.


Beri tanda kurung (#) didepan #deb jika ada.

Masukan link url ke repository servernya.

Masukan urlnya dimana saja (diatas atau ditengah ataupun dibawah)



Jika sudah mengedit atau menambahkan url server repositorynya silakan di save filenya dengan

menekan ctrl + o => ctrl +x.

Catatan:

Penulis disini menggunakan url defaultnya (menuju ftp.debian.org).

 

2. Update Repository

Gunakan perintah apt-get update untuk mengupdatenya.



Tambahan,

jika ingin upgarade paketnya gunakan perintah apt-get upgrade


B. Setting Repositry via Offline

 

Setting repository local yang artinya setting repository tanpa perlu koneksi internet tetapi membutuhkan DVD. Yang kita butuhkan pastinya DVD Debiannya DVD 1 samapai 3nya.Berikut langkah langkahnya setting repository offline.


1. Masukan DVD 1

Cara 1:Masukan DVD 1 pada menu setting di virtualbox => pada sidebar kiri tekan tulisan storage =>

Klik pada virtual dvd drive => klik icon kecil bergambar kaset pada side bar paling kanan => Pilih

Choose Virtual Optical Disk file.


Cara 2: Melalui Menu device ketika virtual machine hidup/distart => Pilih Optical Drive => Choose

Image ..


2. Ketik Perintah apt-cdrom update kemudian tekan enter, tunggu prosesnya jangan tekan ctrl + c atau ctrl + z.


3. Keluarkan DVD 1

Untuk mengeluarkannya dengan aman cukup dengan perintah eject.



4. Masukan DVD 2

Seperti langkah pertama.

5. Ketik Perintah apt-cdrom update kemudian tekan enter, tunggu prosesnya jangan tekan ctrl + c atau ctrl + z.





6. Keluarkan DVD2

Untuk mengeluarkannya dengan aman cukup dengan perintah eject.

 

7. Masukan DVD 3

Seperti langkah pertama.

8. Ketik Perintah apt-cdrom update kemudian tekan enter, tunggu prosesnya jangan tekan ctrl + c atau ctrl + z













9. Setelah itu edit pada file konfigurasi repositorynya yang berada pada /etc/apt/sources.list



10. Beri tanda pagar yang linknya mengarah keinternet melalui protokol http atau https, lalu save

konfigurasiya dengan mengetik ctrl + o, lalu enter dilanjutkan dengan ctrl + x.












11. Ketik perintah apt-get update && apt-get upgrade



12. Selesai...


Mungkin dicukupkan dulu pembahasan kali ini, semoga artikel ini menjadi referensi dan

pembelajaran bagi sobat yang sedang belajar.

Jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan, silahkan komentar saja dibawah postingan ini.

Silahkan share artikel ini jika dirasa bermanfaat��



Kamis, 27 Agustus 2020

Setting IP Address DEBIAN 8

 Setting IP Address




Sebelum konfigurasi yang lainnya, yang paling dasar dan harus di konfigurasi kan ialah konfigurasi IP Address


Apa itu IP Address?


IP Address adalah sebuah alamat komputer yang digunakan untuk terhubung ke jaringan dan dapat

saling terhubung dan berkomunikasi.

Konfigurasi/Setting IP Address kali ini berbeda sekali dengan yang ada pada Sistem Operasi

Windows.

Pada linux debian 8 disini kita akan mensetting IP Address dengan menggunakan terminal ( mode

text).

Untuk mengatur IP Address di LInux Debian umumnya sudah di atur dalam

file /etc/network/interfaces

Untuk pengaturannya harus di edit dengan menggunakan text editor seperti vim, nano, pico, dll.

 

Catatan:


"untuk yang masih pemula disarankan pakai nano atau pico saja."

Langkah Konfigurasi IP Address

Sebelum melakukan konfigurasi IP address tersambung ke internet.

Jika local/tanpa internet silakan menuju ke step nomor 2.


Topologi Yang Kita gunakan


Gambar 3.1 Topologi


1. Atur network cardnya agar terhubung langsung ke internet,

Settting IP addressnya pada windows terlebih dahulu yang di control panelnya.

Buka Control Panelà Network and Internet => Network and Sharing Center => Change adapter

setting (sidbar kiri) => Interface Ethernet => Klik kanan => Properties => Cari Internet Protocol

Version 4 (TCP/iP 4) kemudian Double Klik => Setting IP address => Oke.


Pastikan sampai sini bisa terhubung ke internet

Setting network adapter untuk virtual machine agar terhubung ke internet

Berikut saya bahas yang menggunakan virtulbox dan Vmware

 

a. Setting Network Adapter Pada virtualbox

Buka Virtualbox/Virtualmachine yang sudah berjalan => Setting => Network => saya disini

menggunakan Adapter 1 maka ganti mode menjadi bridge.




b. Setting Network Adapter Pada VMWare

Klik kanan pada tab virtual machine mu, atau juga bisa melalui Edit Virtual Machine Settings => Cari

Network Adapter.



2. Dapatkan Akses root

Hidupkan Linux Debian kemudian dilanjutkan dengan login dengan user root dan pastikan tandanya

sudah # (sudah mendapatkan akses root).


Atau juga bisa login dengan user biasa kemudian akan terlihat tanda $ gunakan perintah su untuk

mendapatkan akses root.



3. Mengecek interface yang masih aktif

Masukan perintah ifconfig untuk melihat interface yang masih aktif.

Kemungkinan yang akan kita lihat hanya ada lo.


Apa itu lo?

lo kependekan dari loopback yaitu interface yang digunakan untuk berkomunikasi pada komputer itu

sendiri.



4. Mengaktifkan interface ethernetnya

Pada Debian 8 dan Debian 7 network interface ethernetnya dimulai dari eth0, eth1, eth2, dst.

Kita akan mengaktifkan interface yang eth0 karena itu yang sudah terkoneksi dengan internet,

jika tidak ada eth0 pada terminal anda tinggal mengaktifkannya dengan mengetikan perintah ifconfig

eth0 up.


Ssetelah itu cek lagi interface dengan perintah ifconfig.

Untuk menonaktifkannya tinggal mengganti up menjadi down .




5. Pindah direktori ke /etc/network

 

Pindah direktori ke /etc/network agar tidak terlalu panjang mengetik perintah yang digunakan

konfigurasinya, ketik perintah cd /etc/network untuk pindah direktori.



6. Backup file konfigurasinya

Kita backup dengan cara menduplikat (mengcopy menjadi 2) kemudian mengganti (menambahkan)

ekstensi menjadi *.backup


Format ini digunakan untuk menandai hasil yang telah dibackup, atau bisa diganti ke formatyang

lainnya.


Dengan melakukan pembackup ini untuk mengatasi kegagalan hasil konfigurasi.

perintah yang digunakan untuk membackup cp interfaces interfaces.backup




7. Konfigurasi IP address

 

Untuk pengkonfigurasiannya cukup dengan mengedit dengan text editor seperti nano, pico, atau

vim,

Jika Anda masih belajar gunakan nano atau pico saja. Ketikan perintah nano interfaces kemudian

jendela nano akan terbuka.





Pada bagian paling atas sampai loopback jangan diganti agar tidak terjadi kesalahan.

Pada konfigurasian eth0 ganti allow-hotplug menjadi auto ganti dhcp menjadi static .

Jika tidak ada konfigurasiannya/ tidak ada tulisan allow-hotplug tambahkan saja seperti gambar

dibawah.


Keterangan Syntax/Script



Catatan:

• Network, dan broadcast digunakan untuk keperluan subnetting.

• Jika cuman local/offline/tanpa internet kita hanya butuh address,dan netmask, jugabisa

ditambahakan network dan broadcast

 

8. Tambahkan IP allias

 

IP Allias digunakan untuk membuat beberapa ip lagi dalam debian biasanya digunakan untuk

konfigurasi lanjutan.

Untuk menambakannya cukup dengan menambah :0 (titik dua angka nol), :1, :2, :3, dst. Dibelakang

eth0, akan terlihat seperti eth0:0.




9. Restart Hasil Konfigurasi

 

Setelah melakukan konfigurasi save file itu dengan mengetik ctrl + o lalu tekan enter, kemudian jika

ingin keluar ketik ctrl + x.

Setelah agan sudah keluar, kita restart hasil konfigurasiannya (seperti refresh pada windows) dengan

mengetik perintah service networking restart atau /etc/init.d/networking restart




10. Cek hasil pengkonfigurasiannya

Cek konfigurasiannya cukup dengan mengetik perintah ifconfig , jika interface eth0 dan ipnya

muncul berarti sudah berhasil.





Setelah mucncul kita gunakan perinta ping lalu masukan ip address tiap interfacenya, untuk

menghentikan proses ping cukup tekan ctrl + c.





JIka yang ada internetnya gunakan perintah ping 8.8.8.8 atau ping google.com,

ketika tidak bisa diping cek settingan network adapternya pada virtualbox dan juga settingan ip

address pada interface windowsnya juga.


Selesai...

Mungkin dicukupkan dulu pembahasan kali ini, semoga artikel ini menjadi referensi dan

pembelajaran bagi sobat yang sedang belajar.

Jika kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan, silahkan komentar saja dibawah postingan ini.

Silahkan share artikel ini jika dirasa bermanfaat��



Kamis, 20 Agustus 2020

Linux Debian 8

 APA ITU DEBIAN ?? 




Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis

sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License

dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya.


Debian GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi

Linux yang populer dan berpengaruh.


Debian didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan paket perangkat lunak yang siap

untuk instalasi dan digunakan.


Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas.

Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan desktop

hingga telepon dan server.


Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian banyak digunakan sebagai basis dari banyak

distribusi GNU/Linux lainnya.


Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi

GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux.

Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang

populer dengan kestabilannya.


Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan

sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.

Referensi :http://id.wikipedia.org/wiki/Debian


Serjarah Singkat Linux Debian

 

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue,

Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993.

Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn: Deb dan Ian.

Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System).

Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpend

pada awalnya dan merilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995.

 

Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai pada tahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996.

Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek.

Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian

Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk

pengembangan distribusi debian.


Dia juga membentuk organisasi “Software in Public Interest” untuk menaungi debian secara legal

dan hukum.


Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta

pada tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan “debconf”.

Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode “Etch”. Rilis versi terbaru Debian,

2014, diberi nama kode “Wheezy”.


deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering

digunakan untuk paket-paket binari seperti itu.

Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip:

salah satu yang memegang kendali informasi dan lain yang berisi data.

Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah dpkg, paling sering melalui

apt/aptitude.


Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs (“mikro deb”), dan biasanya hanya digunakan

untuk bootstrap instalasi Linux Debian.


Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur

yang sama seperti biasa deb.

Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting

file.


Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem

Debian standar.


Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain.

Saat ini telah terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling

menonjol dan menjadi fenomena adalah Ubuntu.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Debian


Konfigurasi Linux Debian 8 Sebagai Server

 

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas walaupun berbeda versi debiannya, entah itu debian 7 atau

debian 8 ataupun debian 9, perintah yang digunakan sama saja yang membedakan hanyalah cara

konfigurasinya saja.


Semua Tutorial konfigurasi ini saya ambil secara singkat dari buku dan internet.


Sebelum konfigurasi kita juga butuh ISO debian  untuk menginstall OSnya dan juga menginstall paketnya bisa diunduh dengan mengklik link ini https://www.debian.org/releases/jessie/debian-installer/.

 

Anda dapat mengunduh 1 DVD ( +- 3GB) saja, akan tetapi kita gunakan server repository internet

untuk menginstall aplikasi yang akan digunakan.

Bisa dibilang anda membutuhkan koneksi atau tehubung ke internet untuk mengunduh paket yang

akan diinstal nantinya.


Catatan!! :

Sebelum Membaca artikel ini diharapkan anda sudah sedikit memahami:

1.IP address

2.Virtual Machine (VMware/Virtualbox)

3.Setting Adapter Virtual Machine (VMware/Virtualbox)

4.Perintah Dasar Linux/Linux Fundamentals

5.Windows Control Panel

6.Windows Comand Prompt

 

Langsung saja ke intinya,

Pada Post ini saya akan membagikan tutorial konfigurasi linux debian 8 server sebagai berikut:

 

1. Install Linux Debian 8 (CLI MODE)

2. Konfigurasi IP address

3. Konfigurasi Hostname

4. Konfigurasi Repository

5. Konfigurasi DNS

6. Konfigurasi DHCP Server

7. Konfigurasi Web Server (HTTP)

8. Konfigurasi Web Server (HTTPS)

9. Konfigurasi Database

10. Konfigurasi FTP

11. Konfigurasi Mail Server

12. Konfigurasi Web mail

13. Konfigurasi Remote Access (SSH)

14. Konfigurasi File Server

15. Konfigurasi Network Time Protocol (NTP) Server

16. Konfigurasi Virtual Private Network

17. Konfigurasi Proxy


1. Install Debian 8

Untuk mengInstall debian 7, 8, dan 9 itu sama saja jangan panik dan jangan goyang taking easy aja

oke.

 

kali ini saya pakai virtual machine virtualbox dan menggunakan debian 8,

berikut langkah langkahnya:

1. Sebelum memulai pastikan berdoa dulu.

2. Buka aplikasi virtualbox dan buatlah Virtual Machine Baru Klik New.


3. Atur Ram menjadi 512 MB.



4. Pilih “Create a Virtual Hard disk now”.

5. Pakai VDI saja.

6. Pilih Dynamically Allocated

7. Atur Hddnya menjadi 20GB

8. Setelah membuat virtual machine. kemudian klik Start (yang warna ijo).

9. Setelah itu maka tampilan seperti gambar dibawah. Silakan Pilih Install.

Note:

• Pilihan Install untuk menginstall debian via CLI ( Mode Text) hanya butuh keyboard dan

kapasitas RAM minimal 128MB.

• Pilihan Graphical install digunakan untuk menginstall dengan mode GUI membutuhkan

keyboard, mouse dan kapasitas RAM minimal 256 MB.

 

10. Setelah Memilih Menu Install, Akan disuruh memilih Bahasa. Untuk melanjutkannya

ketik Enter untuk memilih bahasanya.

11. Setelah itu pilih lokasi. Pilih saja other > Asia > Indonesia. Untuk lokasi indonesia.

12. Kemudian pilih “United States - en_US.UTF-8” pada pilihan locales, kemudian tekan enter.

13. Kemudian Pilih layout keboard, biasanya “American English”, kemudian tekan enter.

14. Setelah memilih tipe keyboard, agan akan melihat banyak loading/proses berjalan kemudian

akan berhenti seperti gambar dibawah,

yaitu mengisi nameserver jika bingung kosongi saja dengan menekan enter.

15. Setelah itu beri nama host atau nama komputer (hostaname), saya isi “setia” kemudian

tekan Enter.

16. Selanjutnya akan mengisi nama domain (domain name), sebagai contoh saya isi “kadal.com”,

kemudian tekan enter untuk melanjutkan.

17. Pada gambar dibawah akan diminta untuk memberi nama password root, saya isikan “1”

tekan Enter kemudian masukan password root lagi yang sama. Kemudian tekan Enter lagi untuk

melanjutkan.

18. Masukan nama lengkap atau nama user baru, contoh disini saya isi nama saya lengkap “Dwi Setia

Fardhana”.

19. Setelah itu isikan nama user lagi, kali ini digunakan untuk login. saya sarankan yang pendek atau

nama panggilan sebagai contoh “setia”,

jika sudah masukan passwordnya saya samakan seperti rootnya biar gak lupa, dan masukan pasword

lagi untuk verifikasi.

Masukan Password User yang mudah diingat.

20. Kemudian pilih lokasi waktu anda WIB, WITA atau WIT. Kemudian pilih Enter.

21. Setelah itu megatur partisi pada linux dibagian ini cukup rumit bagi yang pertama kali belajar.

 

Saya sarankan untuk yang masih awam memilih paling atas sendiri dan kalau sudah mengerti partisi

linux pilih yang manual.

Contoh disini saya pilih Guided tekan Enter untuk melanjutkan

22. Pilih harddisk yang akan dipartisi, untuk memilih tekan Enter.

23. Karena debiannya digunakan untuk belajar saja kita pilih pilihan yang atas saja.

24. Setelah itu anda akan melihat partisi linuxnya ada / dan swap lalu pilih “Finnish Partitioning ..”

kemudian pilih Yes dengan menekan enter.

25. Setelah itu akan ada proses install sistem, kemungkinan agak lama tergantung perangkat agan

26. Setelah itu muncul seperti gambar dibawah ini, pilih “No” kemudian akan ditanyakan “Use

Network mirror?” jika anda punya koneksi internet pilih Yes, lalu pilih Indonesia > kambing.ui.ac.id (

saya biasanya pakai server ini).

Sedangkan jika hanya mempunyai ketiga DVD Debian silakan pilih No. Contoh disini saya tidak ada

yang memilih yes (no semua) karena nanti kita akan mengatur repository lagi


27. Setelah itu akan muncul seperti gambar dibawah ini silahkan pilih “no” kemudian tekan enter.

28. Pada Jendela Software Selection , silahkan Anda hanya “Standard system utilities” dengan

menekan spasi untuk memilih/tidak memilih kemudian tekan enter untuk menlanjutkan.

29. Tidak lama anda ditanyai untuk memasang GRUB Loader, Pastikan anda setuju dengan memilih

yes kemudian lokasi default GRUB nya ada pada /dev/sda.


30.Prosess install telah selesai,pilih continue. Lalu keluarkan DVD debiannya biasanya automatis

keluar dan merestart dengan sendirinya.

31.Pilih paling atas pada grub loader Linux Debian.


32. Login dengan menggunakan User “root” atau bias menggunakan user yang sudah dibuat contoh

“setia”.

 

33. Perhatikan jika tanda masih “$” harus diganti menjadi “#” dengan perintah “su” kemudian

masukan password root.


Jadi sekian dari Instalasi Debian 8 menggunakan Oracle VM VirtualBox

SELAMAT MENCOBA!!


"Mohon maaf bila ada kesalahan teori ataupun dengan ketikan saya yang Typo lalu dengan Gambar yang kurang jelas,  TERIMAKASIH...."


Membuat Jaringan Wireless

Nah, hari ini aku coba sharing ilmu untuk membuat sebuah jaringan wireless sederhana dengan menggunakan Cisco Packet Tracer Alat yang ak...